Enkoder Sandi

Enkode atau dekode teks menggunakan Caesar, ROT13, dan Atbash — sandi substitusi klasik.

Hasil instan Berjalan di browser

Tips: ROT13 dan Atbash adalah invers diri — menerapkan operasi yang sama dua kali mengembalikan teks asli.

Tabel Alfabet

Asli A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Sandi A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Caesar (shift 3)
A→D · B→E · ... · Z→C

Cara menggunakan?

  1. 1
    Pilih sandiPilih Caesar, ROT13, atau Atbash. Untuk Caesar, sesuaikan jumlah pergeseran.
  2. 2
    Masukkan teks AndaKetik di kolom masukan; teks yang dikodekan muncul secara instan.
  3. 3
    Salin atau tukarSalin hasilnya. Gunakan 'Tukar bidang' untuk memindahkan teks yang dikodekan kembali ke masukan.

Pertanyaan umum

Apa itu sandi Caesar?
Salah satu metode enkripsi tertua. Setiap huruf digeser ke depan sebanyak N posisi. Dengan pergeseran 3: A→D, B→E, Z→C.
Apa itu ROT13?
ROT13 adalah sandi Caesar dengan pergeseran 13. Operasi yang sama digunakan untuk enkode dan dekode. Digunakan untuk menyembunyikan spoiler secara online.
Apa itu sandi Atbash?
Atbash membalik alfabet: A↔Z, B↔Y. Seperti ROT13, menerapkannya dua kali mengembalikan teks asli.

Sandi Substitusi Klasik

Caesar, ROT13, dan Atbash adalah sandi substitusi — setiap huruf digantikan dengan huruf lain. Ini adalah alat edukasi, bukan enkripsi yang aman.

Pemeriksaan praktis hasil

Saat memakai Sandi teks, periksa nilai awal, satuan asal, satuan tujuan, dan cara pembulatan sebelum hasil disalin. Alat ini mencakup transformasi sederhana, enkripsi ringan, dan dekripsi; cocok untuk pembelajaran, bukan untuk melindungi data rahasia. Konversi yang benar secara matematika tetap bisa menyesatkan jika angka dipindahkan tanpa satuan, jika pemisah desimal berubah, atau jika jumlah digit terlalu presisi untuk konteksnya. Untuk laporan, spreadsheet, kode program, spesifikasi teknis, tugas sekolah, dan pesan ke pelanggan, simpan juga nilai asli agar proses dapat ditelusuri kembali.

Untuk pemeriksaan akhir, lakukan juga konversi balik: mulai dari hasil, ubah kembali ke satuan awal, lalu lihat apakah selisihnya hanya berasal dari pembulatan. Catat satuan, presisi, dan sumber nilai saat hasil dipakai di tabel, dokumentasi, kode, atau pesan kerja. Jika data berasal dari sumber berbeda, periksa apakah titik desimal, koma, spasi ribuan, dan simbol satuan ikut berubah ketika ditempel. Pada nilai teknis, kesalahan satuan sering lebih berbahaya daripada selisih beberapa digit terakhir, sehingga konteks harus selalu ikut disalin.

Jika hasil dipakai untuk keputusan praktis, tulis tujuan penggunaannya bersama angka akhir. Contohnya, konversi untuk label produk, ukuran ruangan, dokumen perjalanan, jadwal rapat, log sistem, atau kebutuhan belajar memiliki tingkat presisi yang berbeda. Untuk pekerjaan kolaboratif, lebih baik menyertakan satu baris keterangan seperti “dikonversi dari nilai asli” agar orang lain tidak mengira angka tersebut adalah data mentah. Pemeriksaan sederhana ini mencegah salah tafsir saat nilai dibaca kembali beberapa hari kemudian.

Sebelum hasil dianggap selesai, bandingkan dengan satu sumber atau contoh lain jika tersedia. Pemeriksaan silang sederhana membantu menemukan kesalahan satuan, nilai awal yang tertukar, atau pembulatan yang terlalu kasar. Untuk nilai yang akan dicetak, dikirim, atau dipakai dalam sistem, tulis hasil bersama satuannya agar angka tidak kehilangan arti.

Catatan terakhir: gunakan angka ini bersama satuan dan konteksnya, bukan sebagai angka berdiri sendiri. Jika hasil akan dipakai orang lain, sertakan nilai awal dan arah konversi agar tidak terjadi salah baca.

Komentar